• Reid Padgett postete ein Update vor 3 Monaten, 3 Wochen

    Pekatnya aura kompetensi sekarang tidak hanya tercipta pada bidang olah raga saja, akan tetapi juga terjadi di dalam bidang lain seperti di dunia bisnis dan industri kekayaan eigendom. Para pengembang milik terus berlomba – lomba dalam persaingan untuk jadi yang terdepan dalam urusan pengembangan dan penjualan propertinya. Persaingan tersebut juga sangat terasa pada pengembangan perumahan bersubsidi dan real estate untuk warga berpenghasilan rendah beserta menggunakan skema pembayaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Diantaranya yang terjadi saat berlangsungnya salah satu ekshibisi properti terbesar di Indonesia, yaitu Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019 yang dijalankan di JCC Senayan, Jakarta. Pada kalender tersebut, para pengembang termasuk Delta Group Property berusaha dan bersaing untuk siap menawarkan berbagai orang promosi yang menarik yang dapat menumbuhkan persentase penjualan produk properti mereka. Promosi yang ditawarkan sejak down payment atau uang muka nol rupiah, potongan pangkat jual, cicilan yang sangat murah, sampai bonus pemberian seperangkat peralatan dan perlengkapan rumah yang hendak diberikan secara terus-menerus – cuma sandi asma gratis.

    Tidak hanya sampai disitu, getah perca pengembang yang mengikuti acara tersebut juga melengkapi para salesnya dengan berbagai brosur dengan design yang menarik hingga sejenis yang sangat memesona guna menarik tinjauan para calon pembelinya. Ketika perhatian karet calon pembeli sudah terambil, para pembeli pastinya akan mampir ke stand pengembang tersebut. Di taraf ini lah permainan kata – perintah dari para tenaga pemasaran pengembang mulai dari bermain. Mereka akan berusaha membujuk getah perca calon pembeli dengan menawarkan keunggulan – keunggulan yang dimiliki oleh para pengembang tersebut sampai terjadinya kesepakatan pembelian satu buah property.

    Ketatnya kompetisi dalam acara itu membuat para pengembangan perumahan bersubsidi serta real estate harus berpikir ekstra dalam mengatur strategi pemasarannya.
    deltaproperty.co.id jika cela dalam menggunakan skema pemasarannya, pengembang milik tersebut tidak akan memperoleh keuntungan yang gede, bahkan berpotensi memperoleh kerugian akibat propertinya tidak laku terjual. Dalam acara tersebut, para pengembang wisma murah terlihat terpusat di deret daksina Hall B JCC. Stand mereka berjejer dengan rapih dari tengah hingga besok gedung.

    Tidak seharga terlihat dalam pameran itu saja, kompetisi pun juga tampak lebih sengit dalam lokasi pengembangan kekayaan eigendom. Bahkan ada suatu kelurahan yang dalam kecamatan Gunung Ananda di Kabupaten Kabupaten bogor yang di dalamnya berdiri 13 datang 14 perumahan yang berasal dari pengembang property yang tidak sama, salah satu pengembangnya yaitu Delta Group Property. Dalam satu perumahan saja terdapat 20 hingga ratusan bagian rumah dengan design bangunan yang berlain-lainan dan dibuat dengan semenarik mungkin untuk menarik minat bakal pembeli. Selain itu, para pengembang pun berusaha untuk selekasnya mungkin menyelesaikan penyusunan dari unit rumah yang sudah di beli oleh pengguna.