• Frank Madsen postete ein Update vor 11 Monaten, 3 Wochen

    Indonesia ialah negara yang diwarisi banyak sekali beraneka kebudayaan. Salah satu keragaman kultur yang bisa kita lihat salah satunya yakni berupa pakaian adat. Kali ini kita akan membahas mengenai pakaian adat Jawa. Ada banyak sekali pakaian adat yang berasal dari Jawa ini, diantaranya mungkin Anda sudah sungguh-sungguh tenar dan masih populer sampai saat ini. mari kita simak penjelasan berikut.

    Anda mungkin tidak asing lagi dengan batik, hakekatnya batik bukan cuma khas dari baju adat di Jawa, melainkan juga terdapat di daerah lain. namun, batik dari Jawa ini umumnya dipakai sebagai bawahan dari atasan baju Jawa, seperti kebaya, beskap, dan masih banyak lagi. Batik sendiri yaitu kata dari kalimat Jawa ialah babat soko sak tithik yang berarti menjalankan sesuatu dari sedikit demi sedikit.

    Atau ada yang menerjemahkan bahwa batik berasal dari gabungan kata amba dan thitik. Amba berarti lebar atau luas, meskipun thithik merupakan titik. Sehingga seandainya digabungkan batik adalah sebuah kain lebar yang digambar dengan gabungan
    takterlihat . Bahkan pada tahun 2009 UNESCO telah mengakui bahwa batik ialah warisan adat istiadat dari Indonesia.

    Semenjak ketika itu batik menjadi pakaian yang benar-benar populer, dikenakan di pelbagai acara. Hampir segala instansi seperti sekolah, kantor, atau institusi pemerintahan memakai seragam batik pada hari-hari tertentu. Ada banyak sekali motif batik, umumnya batik klasik mengambil dari motif keraton. Meski seiring perkembangan zaman batik sudah dihiasi dengan berbagai motif serta warna yang lebih modern. tidak cuma digunakan dengan pakaian tradisional, batik dikala ini juga didesain menjadi gaun atau contoh fashion kekinian.

    Baju adat Jawa selanjutnya yakni kebaya. Kebaya amat identik dengan sebuah atasan, blus, atau tunik yang dipadupadankan dengan bawahan kain batik. Nama kebaya berasal dari bahasa arab yaitu abaya yang berarti pakaian atau baju. Berdasarkan sejarah, batik dibawa oleh bangsa Tiongkok yang kemudian mengalami akulturasi dengan budaya Jawa, sehingga contoh batik sungguh-sungguh khas dengan adat istiadat Jawa.

    Pada zaman dulu kebaya cuma boleh diterapkan oleh para bangsawan perempuan. Melainkan, ketika ini kebaya sudah menjadi pakaian yang bisa dikenakan oleh siapa malahan tanpa memperhatikan kelas atau kasta. Kebaya tidak lagi menjadi pakaian yang asing, acap kali kali dipakai untuk acara pernikahan, adat, maupun acara yang kental dengan adat Jawa.

    Untuk kaum pria, baju adat Jawa yang diterapkan adalah beskap. Beskap adalah pakaian berupa kemeja dengan kerah tidak berlipat dengan warna polos. Beskap ini memiliki beberapa macam ialah gaya solo, Yogyakarta, Kulon, dan Landung. Keempatnya mempunyai ciri khas masing-masing, namun beskap secara biasa wujudnya sama merupakan dengan kancing menyamping dan pada bagian belakang diizinkan terbuka sebagai daerah keris.